I'm a FEMINIST. Well, are you?
- Raissa Gloria
- Aug 20, 2020
- 3 min read

Exhibit A
Waktu Kakakku bilang kalo karakternya Kim Tae Hee di drama The Gang Doctor itu keren banget, dia cuma bilang gini "Gue tuh nonton drama yang karakter cewe pemeran utamanya itu kuat Glor, gue gak suka banget kalo mereka lemah terus ditindas."
Exhibit B
Aku pernah ngobrol sama temenku yang bilang kalo cewe yang pendapatannya lebih tinggi dari dia itu nyakitin ego dia sebagai cowo.
Nahh guys, kalau kalian sempet mikir feminist itu gerakan 'benci cowo' atau 'no bra'.. aku pinginnya setelah baca ini kalian bisa berubah pikiran yaaa. :') It's so much bigger than that. Tapi sebelumnya kumau bahas tentang kasus kaos feminist yang lagi rame di Korea pagi ini. Jadi ini artikel jadi trending search #1 di negara Korea, tentang membernya Red Velvet, Park Sooyoung atau yang nama panggungnya, Joy dimana dia dikritik abis-abisan karena pake T-shirt yang tulisannya
"WE SHOULD ALL BE FEMINIST"

Ini T-shirt legendaris yang dirancang sama designer DIOR, Maria Chiuri. Kenapa segitu legendarisnya? Karena yang bikin DIOR!! But why is it a big deal?

Jadi singkat ceritanya gini guys, DIOR sama CHANEL itu udah musuh bebuyutan dari zaman duluuuu. Sampe Coco sama Christian meninggal, mereka masih perang dingin. Coco Chanel itu pro feminist dan selalu bikin design yang bikin cewe itu lebih powerful dan relax, kaya jaket sama suit mereka yang ikonik itu. Sementara Christian Dior itu selalu nganggep cewe itu harus feminine; pake gaun dengan korset yang sempit di pinggang buat ngiket lekuk badan bak puteri Eropa alias baju yang gak comfortable sama sekali! Tapi DIOR yang sekarang udah berubah 180 derajat guys. Dibawah kendalinya Maria Chiuri (doi Designer perempuan pertamanya DIOR loh) mereka ubah haluan dan bahkan ikut bikin tema Paris Fashion Week nya itu women empowernment.

Kaos yang dipake sama Red Velvet Joy itu adalah hasil kerjasama DIOR sama Rihanna. Hasil penjualan kaos nya bakal disumbangin ke organisasi non-profit. Nahhh inspirasi dari kaos itu diambil dari speechnya perempuan asal Nigeria, Chimamanda Ngozi Adichie di acara TEDx tujuh tahun yang lalu, dan judul speech nya gak lain dan gak bukan 'We Should All be Feminist' Ini kalian harus banget nontonnnn di Youtube! karena dia cerita pengalaman pribadinya dia terlahir sebagai perempuan di Africa.
Ps. saking inspiratifnya ini speech, Beyoncé sampai pake kata2nya Chimamanda buat jadi penutup narasi dia waktu selesai nyanyi Run The World (Girls) di Coachella. WOW kan?
Tapi di sudut dunia lain, begitu ada A-list artist Korea, member dari girl group, Red Velvet ini pake kaos yang ada atribut feminist, dia dihujat abis-abisan;
"HAHAHAHA She's going to get so many trolls"
"She's earning so much money why is she doing this"
"She clearly knows that this is going to be controversial, but doesn't she know that this will harm the members too? I can't understand why are feminists only thinking about themselves she's f*cking selfish"
Kalian tahu gak ada statistik yang bilang kalo dari semua negara Asia, Jepang sama Korea itu yang maskulinitasnya paling tinggi. Dan ternyata bener! Track record dari public figure perempuan yang dikritik karena ngepromosiin gerakan feminisme itu gak sedikit di Korea. Bae Suzy pernah under fire karena dia ikut suarain petisi kasus pelecehan seksual ke Blue House (White House nya Korea), Red Velvet Irene juga dikritik karena dia ngebaca buku Feminist, dan Naeun A-Pink juga di bully karena di post Instagram-nya dia pake handphone yang case nya tulisan 'Girls Can Do Anything'. Akhirannya? dia nge delete post Instagramnya karena terlalu banyak hate comments :(

Gerakan feminist di tiap negara itu emang beda-beda, skalanya juga beda, karena problemnya beda - beda juga. Ada yang sebesar minta persamaan di gaji, do you know kalau Claire Foy yang main jadi Queen Elizabeth di series The Crown itu dibayar lebih rendah daripada lawan mainnya, yang jadi Prince Philip? Atau contoh sederhananya, feminist itu bisa se-simple Kakakku yang ngedumel karena masih ada temennya yang nganggep kasus perkosaan Bintaro itu karena 'salah korban'nya yang terlalu sexy.
Kesimpulannya, sebenernya Feminist itu bukan gerakan 'anti cowo' kaya yang beberapa media frame ke kita loh.
Feminist itu orang tua yang bilang ke anak perempuan mereka yang gak bisa jadi ketua kelas di sekolah, kalau mereka bisa jadi presiden waktu mereka besar nanti karena punya ambisi itu gak salah.
Feminist itu yang gak ngeharusin cowo yang bayar semuanya waktu nge-date, tapi siapa yang kebetulan hari itu pegang uang lebih banyak karena money and masculinity are not related at all.
Feminist itu adalah disaat semua manusia gak peduli gender mereka, punya kesempatan yang sama rata di society tempat mereka tinggal.
And becoming a feminist.. is a good thing guys :)
"Feminist; a person who believes in the social, political and economic equality of the sexes" - Chimamanda Adichie
Gloria,
Singapore, 20th August 2020
I listened to Jessie J - Big White Room while writing this :)



Comments